Sosialisasi HIV/AIDS lewat musik rap



Image

SIAPA bilang sosialisasi hanya bisa dilakukan lewat seminar ataupun rapat-rapat. Siapa bilang sosialisasi hanya dilakukan oleh pejabat penting. Karena pada dasarnya, sosialisasi bisa dilakukan oleh siapa saja dan dengan media apapun. Salah satunya melalui musik rap.
Itulah suasana yang terlihat di koridor lantai satu DP Mall Semarang, Sabtu (23/10). Ratusan masyarakat yang mayoritas pelajar memenuhi sudut lantai tengah dengan gaya ala rapper. Ternyata, mereka membawa misi menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat melalui perlombaan musik rap dengan tema HIV/AIDS.
Kegiatan itu diselenggarakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah bekerja sama dengan pihak DP Mall Semarang, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari AIDS Sedunia.
Para peserta beradu keahlian dalam hal menyanyi rap khusus mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS di kalangan masyarakat terutama pelajar. ”Ini untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS di kalangan remaja sehingga mereka tak terkena virus itu,” ujar Kepala BKKBN Jateng, Dra Sri Murtiningsih MS, di sela-sela acara.
Apresiasi penonton Peserta lomba terlihat antusias. Mereka tampil dengan penuh semangat mengeluarkan kemampuan masing-masing. Bahkan, tak segan-segan mereka tampil ’gila’ demi mendapatkan simpati dewan juri yang terdiri atas Haryanto (Dekase/porsenil ’Congrock 17’), Erna Sulistyowati (Kasi KIE BKKBN Jateng), Koboele (Rapper Nasional), Deky (Rapper Nasional), dan dr Wahyu Setianingsih (Praktisi Kesehatan).
Salah satunya adalah IST grup dari Semarang. Mereka tampil energik di atas panggung. ’Jingkrak-jingkrak’ ala rapper profesional mereka tampilkan dengan dentuman lagu yang sangat memukau. Tak pelak, mereka tampil sebagai juara I mengalahkan 19 peserta lainnya.
Lomba musik rap ini diikuti 20 peserta se-Jawa Tengah. Sebut saja, Kota Semarang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Klaten. Acara semakin meriah dengan penampilan ’Oncom Grup’ dari Semarang. Pasalnya, mereka adalah juara I Nasional untuk perlombaan yang sama tahun lalu.
Penampilan grup musik ini memberikan pelajaran dan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Joko, seorang peserta mengatakan, lomba tersebut sangatlah baik demi mengurangi angka penderita HIV/AIDS di Jateng.
Bahkan, dia sangat mengapresiasi media sosialisasi dengan musik rap yang digunakan pihak BKKBN Jateng. ”Bagus banget. Selain saya memang suka banget dengan musik rap, saya juga ingin membantu pemerintah mengurangi penderita HIV/AIDS,” katanya.
Juara pertama pada lomba itu diraih IST Semarang, kemudian Gang STA Semarang (II), Eko SMA Wonogiri (III), Mafela Klaten (IV), Lumpia Gandul Semarang (V), The Bewe Semarang (VI). Juara pertama akan mewakili Jateng ke tingkat Nasional. dew-Yn

DAFTAR PUSTAKA ;
http://www.wawasandigital.com